Usai Berhasil Di Tingkat Nasional, Kepsek SMA Negeri 4 Bakal Lanjut Go Internasional
CM,MALUKU
Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K mengatakan selaku kepala sekolah yang telah berhasil mengantarkan sekolahnya meraih prestasi di tingkat Nasional, dirinya memiliki obsesi untuk mendongkrak sekolahnya untuk meraih prestasi Internasional, bahkan bila perlu menjadikan Ambon sebagai tuan rumah lomba Internasional di bidang riset.
Demikian antara lain penegasan Kepsek Tentua kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 21/1/2026.
Dikatakan, obsesi untuk go Internasional bagi sekolahnya telah digagas dari tahun 2024 sejak dirinya masuk sebagai kepala sekolah di SMA Negeri 4 Ambon.
"Jadi sejak Beta masuk di sini bulan Januari, setelah di bulan April Beta bawa anak-anak lomba Thailand, kemudian tahun 2025 kembali lagi di Vietnam, kemudian pada bulan Agustus mereka coba sekali lagi di Vietnam. Jadi tahun 2025 mereka lomba 2 kali di Vietnam."ujarnya sembari menambahkan untuk tahun 2026 ini event yang sama akan digelar di Kamboja. Karena itu siswa peserta lomba sedang bersiap-siap dengan penelitiannya saat ini untuk nanti di bulan Februari akan dikirim untuk diseleksi di tingkat nasional di Jakarta.
Menurutnya jika hasil penelitian siswa lolos di tingkat nasional, maka biasanya pada pertengahan bulan April akan diberangkatkan ke Kamboja guna mengikuti lomba tingkat Internasional di bidang riset.
"Jadi Beta ada siapkan 2 tim ini untuk menghadapi 2026."jelas Kepsek Tentua.
Ia menambahkan jika obsesinya agar para siswa yang di asuhnya meraih prestasi di tingkat nasional itu dijaganya dengan baik dan ketat. Ia bertekad di manapun memimpin akan selalu membuat hal yang sama demi dunia pendidikan dan masa depan anak-anak. Bahkan menurutnya sebuah mimpi besarnya adalah Maluku harus menjadi tuan rumah event internasional dimana anak-anak dari luar negeri itu mesti datang ke Ambon.
Menurutnya ide besar ini akan diupayakan agar bisa digelar di tahun 2026 atau 2027 mendatang. Untuk dirinya sementara merancang sebuah kerjasama dengan sekolah-sekolah berskala internasional yang memiliki kurikulum riset.
Kepada wartawan Tentua menjelaskan jika pihaknya pernah ingin menjalin kerjasama dengan salah satu SMA Genius di Jakarta yakni di Serpong, yakni sekolah milik bapak Johanes Surya, karena sekolah tersebut dikenal sebagai sekolah berbasis riset dimana ada kurikulum nasionalnya tetapi ada pula kurikulum berbasis riset.
Sekedar informasi, di jaman Richard Louhenapessy sebagai Wali Kota Ambon pernah kota Ambon menjalin kerjasama dengan Johanes Surga dan menghasilkan 30 siswa yang belajar mulai tingkat dasar sampai menengah dan sesudahnya berhasil diterima dan kuliah di sejumlah universitas ternama di Luar Negeri.(CM)
