Hadiri Perayaan Imlek 2026, Wali Kota Nyatakan Warga Ambon Keturunan Tionghoa Miliki Hak Yang Sama
CM, KOTA AMBON
"Kita menyadari sungguh bahwa Kota Ambon adalah kota yang majemuk, kota yang dihuni oleh hampir seluruh suku bangsa di Indonesia, kota yang dihuni oleh seluruh agama di Indonesia, suku, ras golongan dan lain-lain.
Keberadaan kota Ambon yang sedemikian mesti kita bangun dalam semangat kebersamaan, bangun dalam semangat bahwa Ambon ini milik semua yang tinggal di kota ini."
Demikian antara lain penegasan Wali Kota Ambon,Bodewin Wattimena dalam sambutannya saat menghadiri perayaan Imlek 2026, Selasa, 17/02/2026 di Vihara Swarna Giri Tirta Ambon.
Dikatakan,oleh karena itu dalam memaknai kemajemukan masyarakat ini pemerintah memilih untuk membangun Ambon dalam konsep Ambon par samua.
Ambon par samua itu berarti pemerintah harus berdiri dengan adil, mengambil kebijakan secara adil bagi seluruh warga kotanya. Karena itu cerminan bagi Ambon per semua itu, diusahakan untuk mewujudkan dalam setiap momentum, baik itu perayaan-perayaan nasional keagamaan maupun perayaan-perayaan yang lain.
Menurutnya,pihaknya sudah mulai dengan memfasilitasi seluruh perayaan hari-hari besar keagamaan nasional.
"Ada festival Santa Claus, ada festival jalan salib, ada festival Imlek dan nanti tanggal 20 kita akan laksanakan festival Ramadan."ujar Wali Kota sembari menambahkan semua akan difasilitasi, siapapun yang ada di kota ini. Hal ini menurut walikota agar ketika pemerintah telah melakukan hal ini maka diharapkan kehidupan masyarakatnya pun ada dalam perasaan hidup persaudaraan, saling menjaga menghargai persaudaraan antara satu dengan yang lainnya.
"Kalau kalau itu bisa kita lakukan maka Kota Ambon bisa kita bangun untuk terus maju, berkembang dan sejajar dengan kota-kota lain di Indonesia."tandas Wattimena berharap.
Selanjutnya,Wali kota mengatakan bawah tahun baru imlek ini merupakan pesta atau festival musim semi,ketika masa sulit berasa dilewati tentu harus ada bayak hal yang kita lakukan termasuk evaluasi terhadap apa yang kita lakukan di tahun sebelum nya pastikan bawa keberadaan diri pribadi diri kita bahkan dalam komunitas kita mampu dalam menghadapi tantangan masalalu itu karna kebersamaan bukan karna kemampuan kita masing-masing. Kemarin covid kita mampu lewati karna kita semua bersatu, tantangan ekonomi yang sulit kita bisa hadapi karena kita bersatu, kata orang nomor satu Kota Ambon itu.
Menariknya,Wali Kota Wattimena mengatakan,warga kota Ambon keturunan Tionghoa yang berada di kota Ambon ini sudah mengisi sejarah peradaban bagi kota ini di mana-mana bisa melihat khususnya di aspek ekonomi kita berharap banyak pada warga keturunan Tionghoa yang paling tidak ada dalam usaha-usah dalam menghidupkan ekonomi di kota Ambon, karena itu, keturunan Tionghoa bukan lagi orang asing di kota ini, mereka mesti mendapatkan tempat yang sama dengan kita karena mereka sudah turut berkontribusi.
Dan selanjutnya menurut Wali Kota, sebagai warga kota Ambon haruslah mengevaluasi peran masing-masing jikalau peran tiap-tiap orang tertentu itu baik dan mendukung maka kenapa harus tidak adil kepada mereka.
Sekali lagi Wali Kota menegaskan jika keberadaan warga kota Ambon keturunan Tionghoa ini sudah mengisi berbagai bidang di kota Ambon dan mereka adalah bagian dari kota ini karena itu pemerintah kota memberikan apresiasi ikut terlibat memberikan fasilitas berbagai kegiatan yang dilakukan oleh warga kota Ambon keturunan Tionghoa termasuk umat Budha yang ada di Ambon adalah juga tanggungjawab pemerintah untuk memastikan semua hidup dengan baik.(CMN)
