Diduga Tak Peduli dengan Gangguan Keamanan Lingkungan, Reawaruw Minta Polri Bertindak Tegas Kendati Ada Oknum TNI Di OSM
CM,KOTA AMBON
Ketua RW 06 Kelurahan Wainitu, Stella Reawaruw mengatakan jelang tanggal 25 April 2026 lingkungan OSM yang mencakup 5 RT menerapkan sistim keamanan lingkungan (SISKAMLING) yang bakal melibatkan para RT di bawah koordinasi RW dan warga dihimbau untuk telah masuk rumah atau tidak berkeliaran di luar setelah jam 10 malam.
Demikian antara penjelasan Reawaruw kepada wartawan di kediamannya usai menghadiri rapat yang digelar oleh Lurah Wainitu Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu, 22/4/2026.
Dikatakan meskipun Lingkungan RW 06 yang saat ini pemerintah kota mempercayakan untuk dipimpinnya ini rawan dengan berbagai kejadian menjadikan warganya selalu resah dan tidak merasa nyaman, padahal lingkungannya itu 30 persennya dihuni oleh anggota TNI aktif dan 70 persen lainnya adalah warga sipil dan purnawirawan TNI. Anehnya menurut Reawaruw setiap ada persoalan tentang keamanan di lingkungan itu anggota TNI tidur semua sedangkan warga sipil yang berupaya menghadapi para pencipta keonaran.
"Setiap terjadi persoalan tidak pernah TNI keluar ko! Mereka tidur semua".ujarnya sambil menambahkan dalam rapat yang dipimpin oleh Lurah Wainitu di gedung Gereja dirinya sempat menyampaikan hal itu kepada Kapolsek dan utusan perwakilan Danramil Nusaniwe.
"Itu tadi saya katakan buat ee Kapolsek, ada Lurah, ada wakil Danramil, saya bilang, saya belum jadi Ketua RW sampai saya jadi ketua RW, saya pantau itu setiap kali itu tidak ada bahwa TNI yang berdomisili di tanah OSM ini turut bersama-sama melihat situasi dan keadaan yang ada, semua pada tidur, lalu saya mau tanya ada apa sebenarnya kalo mereka sebagai warga yang benar harusnya mereka lihat keadaan itu, bahwa ini kenapa?" Ujarnya sembari mengutip pembicaraan pendeta Jemaat bahwa kondisi gangguan keamanan di kawasan OSM ini terjadi secara sporadis, yang mana jika terjadi keributan di OSM bagian atas maka tidak lama kemudian menyebar juga di kompleks asrama OSM. Iapun lantas bertanya ini sebenarnya ada apa?
Menurutnya dalam pertemuan itu Kapolsek Nusaniwe sempat mengatakan setiap ada gangguan keamanan di kompleks OSM pihak kepolisian mau masuk ke dalam kompleks akan tetapi tidak bisa dilakukan karena selama ini pihaknya mengetahui bahwa di sana adalah kompleks TNI, hal ini langsung ditanggapi oleh ketua RW Reawaruw bahwa tidak benar kalau OSM itu asrama militer karena fakta yang ada jika perbandingan antara TNI dan Sipil itu 30 banding 70 persen di mana sipilnya sebanyak 70 persen sedangkan TNI 30 persen.
Selain itu RW Reawaruw juga menjelaskan dalam forum tersebut jika telah ada putusan Pengadilan yang berkekuatan tetap bahwa Kodam telah kalah dalam perkara dengan pemilik tanah di OSM.|
Bahkan Reawaruw juga sempat mengutip fakta yang menyebutkan pemerintah daerah di era 70-an dimana Gubernur Hasan Slamet pernah melepaskan rumah-rumah dinas kepada pegawai Pemda di OSM tetapi dengan pernyataan bahwa boleh memiliki rumah-rumah dinas di OSM akan tetapi tidak dengan tanahnya. Dengan demikian menurut Reawaruw tanah OSM bukanlah tanah negara sebagaimana diklaim oleh pihak tertentu melainkan tanah adat yang pemiliknya adalah tuan tanah.
Kepada wartawan,
Ketua RW, Reawaruw mengatakan dirinya tidak paham dengan oknum-oknum TNI yang menempati lokasi asrama OSM karena setiap kejadian gangguan keamanan di daerah itu anggota TNI tidak pernah peduli bahkan mereka tertidur pulas.
Di sisi lain Polisi enggan masuk lebih jauh karena ada level TNI yang ada di OSM, akhirnya masyarakat sipil yang mengalami kerugian.
"Takutnya terjadi bentrok antara Polri dan TNI. Padahal ada putusan yang mengatakan tidak ada dorang punya hak dalam sini, tapi tetap kongkritnya mereka berjalan".tukasnya.
Sebagai RW yang barusan dilantik Februari kemarin dan barusan pertama melakukan rapat bersama para RT dan para lurah serta pihak Polri dan perwakilan TNI Reawaruw berharap pihak kepolisian agar jangan membiarkan kondisi gangguan keamanan terjadi di kompleksnya dan meminta agar Polri tetap turun tangan jika terjadi gangguan keamanan di OSM tapa harus merasa enggan karena di situ ada anggota TNI karena faktanya selama ini oknum TNI yang ada di situ tetap tak peduli dengan gangguan keamanan yang terjadi.(CM)
