Dorong Pelayanan Adduk Hingga Jaga Kamtibmas, Sekcam Leihitu Ungkap Tantangan dan Langkah Strategis Pembangunan
HILA-Malteng, cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kecamatan Leihitu terus berupaya mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan (adduk), penataan pemerintahan negeri, hingga menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Leihitu,Siti Nur Sialana, saat ditemui di Kantor Kecamatan Leihitu,Hila, Maluku Tengah, Senin (12/10/2026).
Dalam keterangannya, Siti Nur Sialana menjelaskan jika dalam upaya percepatan pelayanan dokumen kependudukan, Kecamatan Leihitu bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Pusat dan Kabupaten Maluku Tengah telah melaksanakan jemput bola perekaman KTP elektronik (e-KTP) yang diprioritaskan bagi pemilih pemula usia 16–17 tahun.
"Alhamdulillah, kegiatan perekaman selama dua hari (Kamis dan Jumat) berjalan lancar.Dari target sekitar seribuan pemilih pemula,kami berhasil melakukan perekaman terhadap 500 lebih warga," ujar Siti Nur Sialana.
Kendati demikian,
ia tidak menampik adanya sejumlah kendala di lapangan.
Dijelaskan, selain belum tersedianya alat cetak e-KTP di kantor kecamatan yang membuat proses pencetakan masih harus dikirim ke tingkat kabupaten; tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya adduk juga masih perlu ditingkatkan.
"Masyarakat sering kali baru mengurus KTP saat ada kebutuhan mendesak. Karena itu,
kami terus berkoordinasi dengan pemerintah negeri agar warga yang sudah memenuhi syarat usia wajib KTP segera datang melakukan perekaman," jelasnya.
Ia juga menyebutkan di samping faktor sarana, rentang kendali dan luasnya wilayah geografis Leihitu menjadi tantangan tersendiri.
Untuk menjangkau warga yang berada di kawasan perbatasan dan pesisir jauh, pihak kecamatan telah merencanakan program perekaman langsung di wilayah Laumaru, Kasuari, dan Tihulisi apabila anggaran dan koordinasi teknis bersama dinas terkait telah siap.
*Penataan Pemerintahan Negeri dan Kamtibmas
Sementara itu, kepada wartawan, Sialana menjelaskan, terkait kepemimpinan di tingkat desa/negeri, hingga saat ini masih terdapat dua negeri di Leihitu yang belum memiliki raja definitif, yakni Negeri Hila dan Negeri Ureng.
Untuk Negeri Ureng, pejabat kepala pemerintahannya telah dilantik pada awal September lalu dan saat ini ia sedang menjalankan tahapan menuju pemilihan raja yang definitif.
Sementara untuk Negeri Hila, prosesnya masih dalam tahapan penyelesaian penataan keanggotaan Saniri Negeri.
Di sisi lain, Sekcan juga menjelaskan jika persoalan kamtibmas dan potensi konflik antar negeri di wilayahnya juga menjadi perhatian serius pihak kecamatan. Upaya yang dilakukan saat ini yakni pihak kecamatan terus menjalin sinergi erat bersama TNI/Polri dimana melalui Polsek dan Koramil setempat untuk pencegahan dini terhadap setiap potensi terjadinya konflik terbuka di kalangan masyarakat disamping terus juga melakukan upaya edukasi bagi masyarakat.
"Kami selalu berkoordinasi dengan para raja dan tokoh masyarakat setempat. Saat ini sudah bukan zamannya lagi kita larut dalam pertikaian. Mari kita bersama-sama membangun Leihitu agar masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang dan aman," imbaunya.(CNslm)
