Unpatti Lantik 38 Dokter Baru
CM, Ambon
Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menekankan pentingnya peran lulusan dokter dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Maluku.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan dokter tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan daerah, terutama pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Penegasan tersebut disampaikan Fredy dalam acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru ke-40 Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Rabu (4/11/2026), di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku.
Rektor menjelaskan, penyelenggaraan pendidikan mencakup empat tahapan penting, yakni input, proses, output, dan outcome. Pengambilan sumpah dokter merupakan salah satu bukti keberhasilan proses pendidikan yang telah dilalui para lulusan.
Ia mengatakan, sejak pendidikan dokter dibuka di Unpatti pada 2008, masyarakat Maluku memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan kedokteran di daerah sendiri tanpa harus keluar wilayah.
Hingga saat ini, Unpatti telah menghasilkan sekitar 760 dokter. Sementara dalam pelantikan tersebut, sebanyak 38 dokter baru resmi diambil sumpahnya.
Fredy juga mengingatkan para dokter baru agar tidak melupakan pengorbanan orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, pendidikan dokter membutuhkan pengorbanan besar, baik dari segi materi, waktu, tenaga, maupun perhatian. Karena itu, keberhasilan menyelesaikan pendidikan harus menjadi awal tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia turut menyoroti pentingnya keberlanjutan para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan jumlah dokter yang telah dihasilkan, perlu dipikirkan mekanisme penempatan dan pemberdayaan mereka untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis di Maluku.
"Para lulusan diharapkan dapat mengambil peran dalam meningkatkan pelayanan kesehatan serta menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah yang masih membutuhkan tenaga dokter," demikian penekanan Rektor.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., mengatakan pengambilan sumpah dokter bukan sekadar perayaan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan kedokteran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar, yakni tanggung jawab profesi, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil dan wilayah perbatasan masih harus menempuh perjalanan panjang untuk memperoleh pelayanan medis.
Dalam konteks tersebut, Fakultas Kedokteran Unpatti sebagai satu-satunya fakultas kedokteran di Provinsi Maluku memiliki mandat moral dan historis untuk turut menjawab persoalan kesehatan masyarakat kepulauan.
Menurut Farah, Fakultas Kedokteran Unpatti tidak boleh hanya menjadi institusi yang menghasilkan lulusan dokter, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Hal itu merupakan bagian dari akuntabilitas sosial fakultas, dengan memastikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berorientasi pada kebutuhan serta prioritas kesehatan masyarakat Maluku.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, yang mewakili Pemerintah Provinsi Maluku, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan sistem pelayanan kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, pemberdayaan tenaga medis, peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sadali juga mengingatkan para dokter baru agar menjalankan profesi dengan mengedepankan pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menyampaikan pesan Gubernur Maluku agar para dokter mengutamakan nilai kemanusiaan serta tidak membedakan pasien berdasarkan latar belakang ekonomi, sosial, suku, agama, maupun tempat tinggal.
Setiap masyarakat, katanya, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat.
Menutup sambutannya, Sadali menegaskan profesi dokter tidak hanya menuntut kemampuan dalam bidang medis, tetapi juga komitmen moral dan tanggung jawab sosial.
Kehadiran dokter baru diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Maluku. Sebanyak 38 dokter baru resmi diambil sumpah dan dilantik dalam kegiatan tersebut.
Acara itu turut dihadiri perwakilan Wali Kota Ambon, pimpinan Universitas Pattimura, Ketua IDI Provinsi Maluku dan Ketua IDI Cabang Ambon, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Direktur RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, pimpinan rumah sakit jejaring, sivitas akademika dan tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Unpatti, serta tamu undangan lainnya.(CMR)
