Diduga Ulah Danramil Nusaniwe, Keluarga Alfons Somasi Kodam XV/Pattimura dan Danramil Nusaniwe


CM,MALUKU

Evans Alfons, ahli waris 20 dusun Dati milik mendiang Jozias Alfons dalam rilis yang dikirim kepada Media ini, Kamis, (22/1/2026, mengatakan, sengketa lahan Asrama Opleidings School Maritiem (OSM) di Ambon kembali mencuat setelah Komandan Rayon Militer Nusaniwe menyatakan lahan tersebut sebagai aset negara berdasarkan analisa hukum delapan jaksa.

Pernyataan itu kini berujung pada adanya somasi hukum terhadap Danramil Nusaniwe dan Kodam XV/Pattimura.

Dikatakan, Somasi tersebut menilai klaim penguasaan lahan tidak memiliki dasar hukum yang sah karena tidak didukung putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
“Legal standing atau pendapat hukum jaksa tidak memiliki daya mengikat.

Jaksa tidak berwenang menetapkan status kepemilikan tanah.” ujar Evans Reynold Alfons, pihak yang berkepentingan hukum dalam sengketa tersebut.

Menurut Alfons, Pasal 30 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan membatasi peran jaksa hanya pada pelaksanaan putusan pengadilan, bukan penafsiran atau penetapan makna putusan.

Kontroversi kian tajam setelah muncul ancaman pembongkaran paksa menggunakan alat berat serta ancaman pidana terhadap warga.

Sejumlah ahli hukum menilai langkah tersebut berpotensi melanggar asas due process of law dan membuka ruang gugatan perbuatan melawan hukum.

Hingga kini, status hukum lahan Asrama OSM masih belum diputuskan secara eksplisit oleh pengadilan kalau itu punya Militer.

Sementara itu, di tempat terpisah  masyarakat yang dipanggil oleh Danramil Nusaniwe merasa tidak nyaman karena diancam dengan waktu 3 hari harus membongkar bangunannya,.

Selanjutnya, Narasumber yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan terkait lahan di depan trotoar  bukan Haknya Danramil ataupun Kodam untuk membongkar karena lahan tersebut bukan Milik TNI.

"Danramil Nusaniwe sebagai orang pintar, pigi cek di PU Kota Ambon dolo, Jangan ancam masyarakat kalau bukan punya hak".ujarnya.(CM)