Sasar 1.534 Siswa Penerima Manfaat MBG Perdana Masuk SMP Negeri 6 Ambon
CM, KOTA AMBON
Sasar 1.534 Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara perdana mulai dilaksanakan di SMP Negeri 6 Ambon.
Program ini menyasar seluruh warga sekolah yang terdiri dari siswa, guru, dan pegawai, dengan total penerima manfaat sementara sebanyak 1.534 orang. Pelaksanaan dan distribusi MBG di sekolah ini dikelola oleh Yayasan Kalyana Mandiri.
Koordinator Tim MBG SMP Negeri 6 Ambon, Meganita, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG dibagi ke dalam dua shift, yakni shift pagi dan shift siang, guna menyesuaikan dengan sistem pembelajaran serta memastikan pendistribusian makanan berjalan efektif dan tertib.
“Total penerima manfaat MBG di SMP Negeri 6 Ambon saat ini berjumlah 1.534 orang, termasuk siswa, guru, dan pegawai.
Dikatakan, Distribusi dilakukan dalam dua shift, yakni shift pagi sebanyak 781 orang dan shift siang sebanyak 753 orang,” ungkap Meganita saat diwawancarai.
Ia merinci bahwa penerima manfaat dari kalangan peserta didik mencakup seluruh jenjang pendidikan di SMP Negeri 6 Ambon, mulai dari kelas VII hingga kelas IX. Untuk kelas VII, rombongan belajar dimulai dari kelas 7.1 sampai 7.11. Sementara kelas VIII terdiri dari kelas 8.1 sampai 8.17, dan kelas IX dari kelas 9.1 sampai 9.16.
sekola
“Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah siswa yang terdata sementara mencapai lebih dari 1.000 siswa, ditambah dengan tenaga pendidik dan pegawai sekolah,” jelasnya.
Selain peserta didik, program MBG ini juga menjangkau 79 orang guru dan 19 orang pegawai sekolah, sehingga pemenuhan gizi dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh warga sekolah.
Pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 6 Ambon mendapat respons positif dari pihak sekolah. Program ini dinilai membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa, mendukung kesehatan warga sekolah, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan produktif.
Meski demikian, Meganita mengakui bahwa pada pelaksanaan awal program MBG masih ditemukan sejumlah kendala teknis, terutama terkait penyesuaian waktu distribusi dan pengaturan teknis di lapangan.
Hal tersebut dinilai wajar mengingat program ini baru pertama kali diterapkan di SMP Negeri 6 Ambon.
“Karena ini masih tahap awal, tentu masih ada beberapa kendala yang kami temui di lapangan.
Namun,ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depannya pelaksanaan MBG bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap, melalui pengelolaan yang dilakukan oleh Yayasan Kalyana Mandiri, Program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan konsisten, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik serta mendukung tumbuh kembang anak dalam lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berdaya saing.(CMr)
