Berbasis Android, SMP Negeri 1 Sukses Ujian Teori Di Hari Pertama
CM, KOTA AMBON
Di tengah ujian teori yang dilaksanakan secara serentak di kota Ambon, SMP Negeri 1 Ambon sukses di hari pertama dengan mengusung tema : "Kerja Keras dan Doa Tidak Akan Mengkhianati Hasil".
Kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 27/4/2026, kepala SMP Negeri 1 Ambon, Juliana Pattiasina, S.Pd mengatakan setelah selesai dengan TKA dan disusul dengan ujian praktek dan sesuai jadwal, Senin, 27/4/2026, 192 peserta ujian di sekolahnya sukses menjalani ujian teori pada hari pertama dengan menyelesaikan 2 mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia pada jam pertama dan pelajaran Agama pada sesi kedua dengan baik, tanpa hambatan yang berarti.
Dan menariknya di antara deretan SMP di kota Ambon SMP Negeri 1 Ambon menggunakan Android sebagai pilihan untuk ujian teori tahun ini.
Dikatakan,ujian ini akan berlangsung selama empat hari, dimana hari pertama, kedua dan ketiga siswa mengerjakan dua mata pelajaran, sedangkan hari keempat hanya satu mata pelajaran mengingat ada 7 mata pelajaran (Mapel) yang diuji dalam ujian teori ini.
Selanjutkan kepsek Pattiasina menjelaskan untuk hari pertama sesuai jadwal siswa menyelesaikan dua mapel yakni Bahasa Indonesia dan mapel Agama.
Hari kedua, mapel Matematika dan PKN,; Hari ketiga, mapel Bahasa Inggris dan IPS sedangkan hari keempat hanya satu yakni IPA.
"Jadi hanya 7 mata pelajaran pada ujian tertulis ini."ujarnya
Sambil menjelaskan jika ke-192 siswa ini menempati 10 ruang dengan masing-masing ruang diisi oleh 20 peserta sehingga ruang yang ke-10 hanya diisi oleh 12 peserta.
Selanjutnya, menurut kepsek Pattiasina sistim ujian yang digunakan adalah sistim online (daring) dengan menggunakan
Aplikasi CBT EXAM BROWSER.
Disebutkan siswa sekolahnya sudah terbiasa dengan penggunaan aplikasi dalam ujian sehingga dengan dukungan orangtua para siswa dilengkapi dengan data.
Hal ini disebabkan meskipun sekolahnya kini memiliki 6 titik internet namun terkadang mengalami gangguan sehingga untuk mengantisipasinya pihak sekolah melakukan rapat dengan orang siswa yang akhirnya disambut baik oleh mereka dan dengan sukarela menyiapkan pulsa data bagi siswa mulai dari pelaksanaan TKA sampai dengan ujian teori ini.
Menariknya lagi, aplikasi yang digunakan pada ujian teori ini merupakan aplikasi baru yang disediakan atau diusahakan oleh panitia ujian untuk menjamin siswa tidak keluar dari aplikasi untuk mencari jawaban pada google karena jika mereka keluar maka secara otomatis tidak bisa masuk lagi. Dengan kata lain upaya ini untuk menjamin mutu dari hasil ujian yang akan diraih oleh siswa itu sendiri.
Sementara itu untuk pengawas kelas tidak mendatangkan dari luar melainkan dari sekolah sendiri kecuali pengawas dari dinas Pendidikan Kota Ambon dan juga dari Kementerian Agama Kota Ambon, khusus untuk mata pelajaran Agama. Sedangkan untuk soal ujian disusun sendiri oleh guru-guru di sekolahnya yang tergabung dalam tim penyusun soal dari internal sekolahnya.
Selaku kepala sekolah Pattiasina mengatakan dirinya dan dewan guru berharap agar para siswa bisa mendapatkan hasil yang baik di atas rata-rata supaya menjadi rujukan kepada para siswa untuk melanjutkan pendidikan di tingkat SMA dan SMK nantinya. (CM)
