Pra dan Paskah Perayaan Keagamaan Umat Kristiani, Wilayah Nusaniwe Aman dan Kondusif
CM, Kota Ambon
Kapolsek Nusaniwe AKP. Johan W.M. Anakotta mengatakan selama berlangsungnya hari-hari Perayaan Keagamaan Umat Kristiani mulai dari perayaan Sidi Baru bagi umat Protestan dan Minggu Palma bagi umat Katolik serta Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci) hingga memasuki perayaan malam vigili Paskah Kebangkitan Kristus serta hari Raya Paskah, wilayah hukum Nusaniwe berada dalam keadaan aman dan kondusif.
Demikian penegasan Kapolsek yang ditemui wartawan di sela-sela kesibukan merayakan syukuran peneguhan sidi baru bagi putrinya di Katholik Center di kawasan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, provinsi Maluku, Senin, 6/4/2026.
"Pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih dan apresiasi bagi seluruh masyarakat Nusaniwe karena sampai hari ini Nusaniwe kondusif."ujarnya.
Dikatakan selama perayaan keagamaan Umat Kristen yaitu mulai dari peneguhan Sidi, Gereja Besar sampai dengan Paskah semua berjalan dengan aman dan walaupun ada beberapa hal yang dikategorikan mengganggu tetapi semua dapat diatasi dengan baik, artinya pihaknya selaku berharap masyarakat yang harusnya menjadi agen kamtibmas di mana polisi itu setiap saat bekerja tapi kalau maayarakat tidak bantuan aparat kepolisian maka sama saja bohong, ucapnya.
Menurutnya kunci sukses yang paling tepat adalah masyarakat harus terbuka, harus menyampaikan semua persoalan di masyarakat. Artinya ketika masyarakat mengetahui pelaku kejahatan harus menyampaikan kepada pihak yang berwenang bukannya menyembunyikan atau simpan pelakunya.
"Jadi masih terjadi di Maluku atau di nusaniwe orang-orang itu suka menolong kelompoknya, padahal kelompoknya salah.
"Jadi kalo saya kunci suksesnya, kelompok sana, kelompok sini kasih tahu dia punya biang keroknya, selesai, aman.
Tapi sampai hari ini begini,"lanjut Kapolsek sembari menambahkan kalau bicara tentang penegakan hukum siapa bilang Polsek Nusaniwe tidak tahan orang? Banyak yang ditahan, ditangkap.
Tapi sekarang kalau mau ditahan kalau tidak cukup bukti maka polisilah yang salah atau yang disalahkan.
Meskipun demikian, Anakotta mengatakan sampai saat ini dirinya merasa bersyukur dan optimis karena masyarakat semakin sadar, cuman ada beberapa orang saja yang sering mengganggu, dan dirinya merasa hal itu wajar terjadi di mana-mana.
"Saya bilang di mana-mana kalo mau aman sekali cuman di kuburan benteng, tetapi yang namanya ada gejolak ya ? Selamat ada napas pasti ada. Yang penting yang saya cegah itu kalau antar kelompok dan antar agama. Sebagai contoh Kapolsek pukul wartawan itu terkategori biasa. Tapi yang lucu itu kalau antar kampung yang harus secepatnya dicegah.
Bede dengan antara perorangan.(CM)
