Dukung HUT Kota Ambon, BP Kebudayaan Gelar Festival Benteng Nieuw Victoria

CM, MALUKU

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BP Kebudayaan) Maluku, Dody Wiranto, S.S., M.Hum. melalui Kepala Bagian Tata Usaha, Iwaulini, S.T. kepada wartawan mengatakan memasuki semester 2 tahun 2026 ada dua proyek besar yang dikerjakan oleh BP. Kebudayaan Maluku, yakni penyelenggaraan Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 dan pemugaran Benteng Beverwijk di Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku.

Demikian penjelasan Iwaulini kepada wartawan di kantor BP. Kebudayaan Maluku, Rabu, 26/8/2026.

Dikatakan, kegiatan besar yang pertama yakni Festival Benteng Nieuw Victoria akan digelar bertepatan dengan HUT Kota Ambon tahun 2026 sekaligus merupakan bentuk dukungan BP. Kebudayaan Maluku kepada pemerintah dan masyarakat kota Ambon.

Sementara itu kegiatan besar yang kedua adalah 'Pemugaran  Benteng Beverwijk di Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah dimana pekerjaannya sudah memasuki tahap tender Jasa konstruksi dan ditargetkan awal bulan September nanti bakal dimulai pekerjaan oleh pihak kontraktor.

Menurutnya pemugaran terhadap Benteng ini dinilai sangat perlu mengingat kondisi fisik Benteng peninggalan kolonial ini sudah termasuk rusak setelah terakhir kali dilakukan perbaikan oleh pemerintah provinsi Maluku melalui dinas Pariwisata dimana karena letak bangunan bersejarah itu di pinggir laut sehingga sejumlah bagian bangunannya mengalami kerusakan, seperti bagian atapnya sudah rusak, kemudian akses tangga untuk turun naiknya juga mengalami kerusakan.

Menariknya Benteng Beverwijk ini sendiri oleh Pemerintah RI telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dimana menurut UU nomor 11 tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Sebagai informasi kami sampaikan sejarah Singkat Benteng Beverwijk.

Benteng Beverwijk terletak di Negeri Sila - salah satu dari 7 Negeri yang termasuk kedalam wilayah Kecamatan Nusalaut, Maluku Tengah. Benteng ini dibangun oleh Admiral Verhoeven sekitar tahun 1654. Nama benteng ini diambil dari nama kota kelahiran Gubernur Ambon pada masa itu.

Benteng ini dipersenjatai dengan empat pucuk meriam. Dulunya, benteng ini dijaga oleh seorang sersan dengan 20 tentara dan seorang tabib yang ahli menyembuhkan luka.

Penguasa Belanda kala itu bernama Van Honimoa. Pada tahun 1673 sersan penjaga diganti oleh seorang wakil kepala perdagangan, yang juga bertugas sebagai pemegang buku, atau akuntan di masa kini.

Kemudian, pada tahun 1817, Beverwijk diduduki oleh penduduk setempat dan penghuninya dibunuh, kecuali seorang kopral Eropa dan dua orang tentara Jawa.

Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1824, Beverwijk resmi kembali menjadi bangunan pertahanan Belanda dan dijaga oleh sekelompok tentara.

Beverwijk menjadi saksi bisu, di mana Kapitan Paulus Tiahahu dibunuh persis di depan bangunan pertahanan ini pada tanggal 17 November tahun 1817.

Peristiwa ini disaksikan oleh penduduk setempat termasuk putri Kapitan Paulus yang bernama Martha Tiahahu. Duh, tak terbayangkan betapa sedihnya hati sang putri kala itu.

Kepada wartawan Iwaulini menjelaskan keberadaan Benteng Beverwijk menjadi Cagar Budaya Nasional Bangsa ini melalui sidang Penetapan dan menghasilkan Rekomendasi penetapannya.

"Di tahun ini sudah sidang  dan sudah direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional  (CBN) oleh tim Ahli Cagar Budaya Nasional sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat".tutup Iwaulini.(CM01)