Halal Bukan Sekedar Label, tetapi Cara Berbisnis



CM, JAKARTA

ParagonCorp menegaskan bahwa halal bukan sekadar label pada produk kecantikan, melainkan nilai yang harus tercermin dalam seluruh proses bisnis, mulai dari pemilihan bahan baku, riset, produksi, hingga kontribusi kepada masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, dalam diskusi panel pada ajang BeautyMatter NEXT50 Summit 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Dari keterangan yang diterima media ini, Kamis (29-10-2026), Sari menjelaskan bahwa pengalaman Wardah sebagai salah satu pelopor kosmetik halal di Indonesia menunjukkan pentingnya konsistensi dalam membangun kepercayaan konsumen.

Menurutnya, kepercayaan terhadap sebuah merek tidak cukup dibangun melalui klaim atau label yang tertera pada kemasan. Kepercayaan harus tumbuh melalui kualitas produk, proses pembuatannya, serta nilai yang diterapkan perusahaan dalam menjalankan bisnis.

“Halal bukan hanya soal bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana produk dibuat dan bagaimana bisnis dijalankan. Yang penting, nilai itu terasa dalam apa yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita katakan,” ujar Sari.

Sejak hadir pada 1995, Wardah mengembangkan komitmen terhadap produk kosmetik halal yang berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kualitas dan proses produksi. Komitmen tersebut mencakup pemilihan bahan hingga produk sampai ke tangan konsumen.
Bagi ParagonCorp, nilai halal juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Konsistensi dalam menerapkan nilai tersebut dinilai penting agar kepercayaan tidak hanya terbentuk dari informasi pada kemasan, tetapi juga dari pengalaman konsumen menggunakan produk.

JANGAKAU 36.000 GURU LEWAT PROGRAM WARDA INSPIRING TEACHER
Komitmen ParagonCorp untuk memberikan manfaat tidak hanya diwujudkan melalui produk kecantikan, tetapi juga lewat berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Salah satunya melalui program Wardah Inspiring Teacher yang dimulai pada 2017. Program ini telah menjangkau lebih dari 36.000 guru dan mendukung mereka untuk terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi lingkungan belajar.

Selain pendidikan, ParagonCorp juga menjalankan berbagai inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat,dan pelestarian lingkungan.
Sari menegaskan, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, manfaat kehadiran perusahaan tidak hanya dirasakan melalui produk yang digunakan konsumen, tetapi juga melalui berbagai upaya untuk menjawab kebutuhan sosial.
“Bertumbuh dan memberi manfaat harus berjalan bersama.
Kami ingin nilai yang kami percaya bisa dirasakan, baik melalui produk yang digunakan konsumen maupun melalui hal-hal yang kami lakukan untuk masyarakat. Kepercayaan dibangun dari konsistensi itu, sedikit demi sedikit, seiring waktu,” tambahnya.

Melalui perjalanan Wardah dan berbagai merek lainnya, ParagonCorp berupaya menjadikan nilai halal sebagai bagian dari identitas dan praktik bisnis perusahaan.
Pesan yang dibawa dalam BeautyMatter NEXT50 Summit 2026 tersebut menegaskan bahwa di tengah persaingan industri kecantikan global, kepercayaan konsumen tidak hanya ditentukan oleh apa yang tertulis pada label produk, tetapi juga oleh kualitas, konsistensi, dan manfaat yang diberikan sebuah merek kepada masyarakat.(CMrt)