Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 Resmi Dibuka, Warisan Budaya Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
CM,MALUKU
Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon. Senin,7/9/2026.
Mengusung tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni”, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku.
Pembukaan festival ditandai dengan pembacaan sambutan tertulis Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang disampaikan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath. Gubernur berhalangan hadir karena harus menjalankan tugas daerah yang tidak dapat ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai sejarah yang jauh lebih besar dari sekadar bangunan peninggalan masa lalu. Benteng tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah, perjuangan, dan ketangguhan masyarakat Maluku.
“Benteng Nieuw Victoria bukan sekadar susunan batu bata tua. Tempat ini adalah saksi bisu perjalanan sejarah, perjuangan, dan ketangguhan masyarakat Maluku.”
Menurut Gubernur, keberadaan Festival Benteng Nieuw Victoria menjadi momentum untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadikan warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan masa depan.
Benteng Nieuw Victoria, kata dia,dapat dikembangkan sebagai ruang publik yang hidup, pusat edukasi sejarah, sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif melalui pengembangan sektor pariwisata.
“Festival ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga bagaimana kita membangun jembatan menuju masa depan,”
demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Budaya dan Ekonomi Kreatif Berjalan Bersama
Pemerintah Provinsi Maluku turut mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan Festival Benteng Nieuw Victoria 2026.
Beragam kegiatan yang digelar, mulai dari karnaval budaya, pentas seni hingga keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dinilai menjadi bagian penting dalam menghidupkan kawasan bersejarah tersebut.
Keterlibatan UMKM juga menunjukkan bahwa upaya pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Adanya karnaval budaya, pentas seni, hingga keterlibatan aktif UMKM di festival ini membuktikan bahwa budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan untuk kesejahteraan masyarakat,”
lanjut sambutan Gubernur.
Menurutnya, kekayaan budaya Maluku memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.
Karena itu, festival diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.
Rawat Pela Gandong dan Warisan Leluhur
Selain mendorong pengembangan ekonomi kreatif, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menjaga warisan budaya leluhur dan nilai-nilai sosial yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Salah satunya adalah Pela Gandong yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan, toleransi dan kehidupan masyarakat Maluku yang harmonis.
“Mari kita jaga kelestarian warisan leluhur ini, kita rawat tenun ikatan Pela Gandong, dan kita tunjukkan kepada dunia bahwa Maluku adalah tanah yang kaya akan budaya, aman, damai, dan penuh harmoni,” ujarnya.
Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 kemudian secara resmi dibuka dengan pengucapan “Bismillahirrahmanirrahim.”
Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-451 Kota Ambon. Pelaksanaannya diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan menghidupkan kembali ruang-ruang sejarah melalui kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat, Benteng Nieuw Victoria diharapkan tidak hanya dikenang sebagai peninggalan masa lalu,tetapi juga menjadi bagian dari masa depan Kota Ambon dan Maluku.(CM)
