Pelatihan Calon Kepala Sekolah Dinilai Jadi Langkah Strategis Mencetak Pemimpin Pendidikan

CM,MALUKU

Pelatihan calon kepala sekolah dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ketua YPK, MPK, dan Komdik Keuskupan Amboina, RD. Agustinus Arbol, S.S., M.M., dalam sambutannya pada penutupan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) program kerja sama MPK dengan BGTK Maluku di Ambon, Rabu (16/9/2026).

Dalam sambutannya, Pastor Agus panggilan akrabnya)  mengutip pernyataan tokoh dunia Nelson Mandela,

 “Pendidikan adalah senjata paling mematikan yang bisa digunakan untuk mengubah dunia.”

Menurutnya, pesan tersebut menegaskan bahwa perubahan besar dalam masyarakat tidak semata-mata dimulai dari kekuatan fisik maupun politik, tetapi dari transformasi pola pikir dan karakter manusia melalui pendidikan.

"Jika pendidikan adalah senjata untuk mengubah dunia, maka kepala sekolah adalah komandan strateginya, dan pelatihan calon kepala sekolah adalah proses mengasah ketajaman senjata tersebut," ujar pastor  Agus, yang juga selaku Sekretaris Uskup Diosis Amboina.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah keterkaitan penting antara pesan Mandela tersebut dengan pelatihan calon kepala sekolah.

Pertama, pelatihan harus mampu menyiapkan calon kepala sekolah sebagai arsitek perubahan, bukan sekadar administrator.

Menurutnya, perubahan membutuhkan pemimpin yang memiliki visi besar dan kemampuan menerjemahkan visi tersebut dalam pengelolaan sekolah.

Karena itu, calon kepala sekolah tidak boleh hanya terjebak pada rutinitas administratif dan birokrasi.

Mereka perlu dipersiapkan menjadi agent of change yang mampu merancang masa depan sekolah, memotivasi guru, serta membangun karakter peserta didik.

Kedua, pelatihan diperlukan untuk menjamin ketepatan sasaran dan efektivitas kepemimpinan. 

Pastor Agus mengibaratkan pendidikan sebagai senjata yang memiliki kekuatan besar, tetapi akan kehilangan manfaat apabila berada di tangan orang yang tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai.

Melalui pendidikan dan pelatihan, para calon kepala sekolah dibekali dengan berbagai kompetensi, antara lain kepemimpinan, manajemen konflik, serta strategi pembelajaran.

Bekal tersebut diharapkan mampu membantu calon kepala sekolah menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang dan menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing

Ketiga, pelatihan calon kepala sekolah memiliki dampak berantai atau multiplayer effect. 

Seorang kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan akan memengaruhi guru-guru yang dipimpinnya, dan selanjutnya berdampak terhadap peserta didik.

"Ketika satu calon kepala sekolah dilatih dengan baik, ia akan membawa dampak langsung kepada puluhan guru yang ia pimpin, yang pada akhirnya memengaruhi ratusan hingga ribuan siswa," katanya.

Dengan demikian, menurut pastor Agus, menggembleng seorang calon kepala sekolah bukan hanya mempersiapkan satu individu untuk menduduki jabatan kepemimpinan, tetapi juga mengasah potensi lahirnya para pembawa perubahan di masa depan.

Selain kompetensi dan kemampuan manajerial, ia menekankan pentingnya integritas dan nilai moral dalam kepemimpinan sekolah.

Pendidikan, kata dia, akan menjadi kekuatan yang membangun apabila dijalankan berdasarkan nilai, etika, dan integritas. Karena itu, pelatihan calon kepala sekolah harus menjadi ruang untuk menempa karakter kepemimpinan yang melayani, adil, serta berorientasi pada kebaikan bersama.

"Menyiapkan calon kepala sekolah lewat pelatihan yang matang adalah langkah paling konkret untuk memastikan bahwa senjata bernama pendidikan itu benar-benar siap dan efektif untuk mengubah dunia," tegasnya.

Diklat BCKS program kerja sama MPK dengan BGTK Maluku tersebut berlangsung di Ambon pada 7-16 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon-calon pemimpin sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan, manajerial, serta komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Melalui pelatihan tersebut, para calon kepala sekolah diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga hadir sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah menuju perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan.(CMe)