SMA PGRI 1 Ambon Ditetapkan Sebagai SMA Model Pembelajaran Mendalam dan KKA

 

CM,Maluku

Kepala SMA PGRI 1 Ambon, Laurens Makatipu, S.Pd., M.Pd. mengatakan untuk tahun ajaran 2026/2027 telah resmi dimulai diawali dengan penerimaan siswa baru hingga pelaksanaan MPLS yang secara resmi ditutup pelaksanaannya pada Sabtu, 18/7/2026 dengan jumlah siswa kelas 10 sebanyak 92 orang semuanya berlangsung dengan baik dan kini telah dimulai tahun pelajaran yang baru.

Demikian antara lain penjelasan Kepsek Makatipu kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 21/7/2026.

Dikatakan,secara resmi pada hari Senin,20/7/2026 tahun pelajaran sudah berjalan walaupun ada sejumlah guru yang sementara mengikuti tes PKA.



"Secara resmi hari Senin, 20 Juli proses pembelajaran sudah berjalan di SMA PGRI 1 Ambon."tegasnya.

Menurut Kepsek Makatipu,dari pihak sekolah memang berusaha untuk melaksanakan sesuai ketentuan dalam pengembangan pendidikan,tentang kurikulumnya dan sekarang lagi pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan artifisial itu didorong untuk dikembangkan di kurikulum sekarang ini.

Kepsek mengatakan pihaknya bersyukur Karena PGRI 1 Ambon di tahun pelajaran ini karena oleh pemerintah ditetapkan juga sebagai sekolah model untuk implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan artifisial (KKA) dimana untuk provinsi Maluku pemerintah menetapkan 6 Sekolah,SMA PGRI 1 Ambon salah satunya dari 3 sekolah model KKA dan PM itu.

"Kita bersyukur itu karena memang kita sekolah swasta, memang sekolah Negeri itu usulan dari Dinas Pendidikan, sedang kita sekolah swasta ditentukan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan atas usulan juga dari Yayasan Pusat sebagai mitra  Pemerintah, dan kita ditetapkan sebagai salah satu sekolah model itu."ujar Makatipu menjelaskan.

Ia menjelaskan jika untuk sekolah model ini  baru mengawali tahun pertama oleh sebab itu secara internal pihaknya berusaha untuk melaksanakan kurikulum Merdeka atau kurikulum nasional ini dengan sebaik-baiknya.

"Sekolah model itu memang begitu dia harus melakukan pelaksanaan kurikulum secara konsisten sehingga target-target minimal nasional bisa tercapai."kata Kepsek Laurens seraya menambahkan pada suatu waktu setelah setidaknya 1 tahun pelajaran lewat maka sekolah model itu sudah harus menjadi sekolah laboratoriumnya untuk sekolah lain bisa belajar atau bisa mengimbaskan setelah 1 tahun pelaksanaan. Oleh sebab itu selaku kepala sekolah dirinya barusan selesai mengikuti diklat sebagai kepala sekolah model dan pihaknya sementara mempersiapkan sehingga pelaksanaan sekolah model untuk implementasi pelajaran mendalam dan KKAnya bisa dijalankan sesuai dengan apa yang harus dilaksanakan sebagai sebuah sekolah model.

Selain itu Kepsek Laurens juga mengatakan pihaknya juga berterima kasih karena barusan mendapatkan informasi bahwa sekolah juga mendapat dukungan untuk dapat bantuan BOS Kinerja Prestasi disamping beberapa sekolah yang yang memperolehnya untuk kegiatan-kegiatan sekolahnya dalam rangka pengembangan prestasi bisa dijalankan juga di tahun pelajaran ini.(CM)